Desember 13, 2011 – Bertempat di warung Bendega, Denpasar, Bali, PT. KIA Mobil Indonesia selaku pemegang merk, dan PT. Mobil Nasional Intim selaku main dealer wilayah Bali menyelenggarakan peluncuran KIA All New Rio. Pada kesempatan ini pulalah dijelaskan bagaimana mindset pasar global telah berubah, KIA bukan lagi pilihan kedua bagi masyarakat yang ingin memiliki sebuah mobil. Acara peluncuran ini dihadiri oleh Presiden Direktur PT Mobil Nasional Intim – Agung Supartha dan General Manager PT KMI Bali – Dodi Dikariawan, para pemimpin KIA Mobil Indonesia antara lain Director After Sales PT Kia Mobil Indonesia – Suwanda Setiadi, Marcomm Manager – Ridjal Mulyadi, Regional Manager – Rainier B, rekan-rekan wartawan lokal Bali, perwakilan lembaga keuangan / leasing, dan relasi lainnya.
Setelah launching di Central Park, Jakarta, beberapa waktu yang lalu, kini Bali menjadi tempat pertama kalinya KIA All New Rio diperkenalkan. Bali merupakan tempat yang sangat penting dan strategis, didukung dengan adanya pergaulan Internasional – mengingat pada tahun 2005 Bali merupakan satu-satunya wilayah dimana Picanto berhasil mencapai penjualan tertinggi sehingga mendapatkan penghargaan bahkan dipuji oleh principle di Korea.
Menurut Agung Supartha, Kia All New Rio merupakan model revolusi, bukan evolusi dari pendahulunya. Memiliki fitur-fitur modern dan juga ramah lingkungan. “ Untuk Bali segmen pasar berkisar 11-13 persen. Target penjualan mencapai 40 persen matik dan 60 persen manual,” ujarnya.
Dengan adanya fitur-fitur yang benar-benar baru, seperti 6 speed transmission untuk manual, membuat All New Rio unggul dalam kelas hatchback, dan di Bali, market untuk kelas tersebut cukup besar. Totally new design, engine, interior, dan exteriror pun menunjang performa All New Rio. Bali yang semenjak tahun 2000 telah meluncurkan Pride, disusul oleh New Pride pada tahun 2005 – 2011, sangat senang dengan kesempatan meluncurkan All New Rio di penghujung tahun 2011 ini.
KIA membanderol All New Rio dengan harga Rp 169 juta untuk versi manual transmission (M/T) dan Rp 183 juta untuk versi otomatis (A/T) untuk Bali.






